Monday, June 3, 2019

Taqwa

Assalamualaikum readers.

Halo! It's good to be back! Sebenernya udah pengen banget nulis banyak hal, tapi karena rutinitas gue setiap hari nya hampir sama, jadi kadang susah untuk dapet inspirasi yang wow gitu hahaha. Ok well, di postingan kali ini gue mau lebih ke arah berbagi ilmu sebenarnya, bukan cerita. Hari minggu kemarin gue sempetin waktu jam 10 pagi buat dateng ke Kajian Ustadzah Halimah Alaydrus di salah satu masjid di daerah tebet. Sebenernya momen kajiannya sih hampir mirip dengan kajian islam pada umumnya, tapi topik dan tema yang dibicarakan itu menarik buat gue sampe gue bisa hafal dan inget yang dibicarakan, padahal gue jarang banget bisa inget sama ceramah sampe 3 hari setelah ceramah itu selesai hahahaha. Kenapa menarik? Karena relate banget sama yang gue hadapi di hidup gue dan most of people-I think. 

Actually, yang dibicarakan awalnya seputar ibadah puasa karena bertepatan dengan momen bulan Ramadhan, tapi setelah dikaji lebih dalam, banyak hal yang ternyata relate sama kehidupan kita dan sikap kita yang kadang kita suka gak sadar. Ada 3 makna penting puasa di bulan ramadhan yang kita raih apabila kita mengerjakannya dengan sungguh-sungguh : Taqwa, Syukur, dan Dewasa.

Apa sih itu taqwa? Taqwa itu tahap dimana kita beriman to 'another level'. Ibaratnya kalau main game, tingkatannya itu udah di level advanced dan susah banget buat nerapinnya. "Beriman gimana sih cal? Beriman ke Allah? Itu mah gue udah kali!" Eits.. ga semudah itu ferguso. Ini levelnya berbeda, iman kepada Allah bahwa kita benar benar menyerahkan SEPENUHNYA hidup kita kepada Allah dan menerima segala KETENTUAN yang udah Dia tetapkan di hidup kita. Jadi gak ada ceritanya kalo usaha bangkrut tiba tiba miskin terus stress dan menyalahkan keadaan, gak ada ceritanya kalah pemilu berkoar koar ga terima, gak ada cerita dapat musibah atau bencana dunia seakan runtuh dan kita merasa yang paling menderita di dunia. Itu makna beriman yang sesungguhnya, MENERIMA. Itu pun yang gue alami di hidup gue ketika apa yang gue usahakan tidak sebanding dengan yang gue dapatkan, gue merasa udah beriman sama Allah tapi kok hati masih berontak dan gak terima ya, seakan akan gue orang yang paling harus dikasihanin di muka bumi, itu yang dinamakan iman? Kita beriman, kita PERCAYA bahwa Allah emang pengurus semua nya dan yang Maha Adil, kita harus ikhlas dan percaya bahwa apa yang kita alami adalah hal terbaik yang Allah tetapkan untuk kita dan kita harus selalu berprasangka baik kepada Allah. Dapat musibah atau kesulitan atau hidup yang kita kira gak sebagus yang orang lain miliki gak selamanya bawa dampak buruk ke hidup kita kok kalau kita bisa maknainnya sebagai 'prasangka baik'. Allah mengajarkan kita untuk mandiri dan berjuang sehingga kita dapat menghargai dan selalu bersyukur dengan apa yang kita dapat, insyaAllah. 

Selain beriman kepada Allah, ada tahap yang lebih advanced lagi. Beriman kepada 'hal yang tidak terlihat'. Ini bukan berarti beriman kepada hantu ya hahahaha. Beriman kepada kematian, beriman kepada hari akhir (kiamat), beriman kepada malaikat, beriman kepada surga dan neraka dan percaya bahwa semua itu ada dan akan terjadi pada kita, insyaAllah membuat kita lebih dekat kapada-Nya. Guys, penting lho untuk ingat itu, dan ingat bahwa apa yang kita miliki dari harta, uang, jabatan, kekuasaan sampai keluarga yang kita sayangi hanyalah titipan Allah dan akan ada saatnya semua itu hanya tinggal kenangan. Jadi alangkah baiknya dari sekarang kita pikirkan baik baik tentang itu sebelum semuanya 'terlambat'. Jangan lah jadi orang yang sombong dengan harta dan kekuasaan, dan jangan lupa untuk berbagi rezeki ke kaum yang membutuhkan, karena sesungguhnya harta itu adalah ujian bagi si pemiliknya dan dari masing-masing harta ada hak yang 'membutuhkan'. 

Gue inget ustadzah halimah tausyiah dengan kelembutan suaranya tentang begitu baiknya Allah. Dia datangkan rezeki dan dia datangkan juga pintu berkah ke kita. Kita ga perlu susah payah cari orang yang harus kita sedekahi, kadang dengan dilihatkan bahwa banyak kaum dhuafa, tetangga kita yang kesusahan, atau saudara kita yang sedang kena musibah dan butuh biaya kita lagi dibukakan pintu pahala lho, itu salah satu prasangka baik yang harus kita imani juga hehe. Tapi justru kadang kalau ada orang lagi kesusahan kita malah berucap "Nyusahin banget ya pinjem uang terus!" "Kerjanya minta minta doang, dikira nyari uang gampang!" itulah kalau yang diimani prasangka netizen hahaha. Di akhir zaman nanti, semua orang akan menjadi kaya sehingga sulittt bangeet buat sedekah, dan itu udah keliatan di negara negara maju seperti Uni Emirat Arab dan Qatar yang harus sedekah kleur negara mereka karena hampir gak ada penduduk miskin di negara mereka, wow! Makannya guys salah satu yang harus kita syukuri ketika di Indonesia ladang pahala kita masih luas banget.

Jujur gue belum sampai tahap ini, sulit banget guys gak bohong! Tapi setidaknya kita tahu dan ada niat untuk belajar dan memperbaiki diri. Semua berawal dari niat, dan setiap niat itu adalah pahala insyaAllah hehe. Makna Bersyukur akan gue post di postingan selanjutnya ya!