Tuesday, September 9, 2014

Hai hai hehe, bosen abis udah jarang banget cerita di blog ini. Gue lagi melewati masa masa "fragile" di hidup gue, kayak hidup segan mati tak mau hahaha asli bosen banget entah kenapa. Hari hari gue rasanya berjalan lama bangeeet, gue cuma jadi mahasiswa kuliah pulang kuliah pulang yang gak jelas. Kerjaan cuma liat hp, nonton tv, baca buku, tiba tiba nangis sambil nulis hahaha sumpah yang terakhir beneran. Saking bosennya gue nulis hal hal yang ada dipikiran gue aja, eh tiba tiba kebawa emosi sendiri trs netes aja itu air dari mata wkwk sumpah kayak gak sadar abis. Blog ini udah kayak tempat curhatan umum sih HEHE dari gue smp gue cerita hal hal kocak sampe sma gue cerita hal hal konyol, BAYANGKAN?! *lebay* berapa tahun gue mengoperasikan blog ini. Dan dari awal gue janjian bikin blog sama temen temen gue ujung ujungnya yang masih nulis cuma gue HAHA walaupun gue juga jarang sih. Ah sudahlah gue berasa ngomong sendiri, gak ada visitors juga yang liat kan. Intinya sih..... hmmm hidup ini membosankan dude, gila bosen abis. Udah itu aja, BYE!

You

You..
Who look me in the eye and pretend
Who smile with a thousand meanings
Who give me a withered flower
Who ask me why I'm cold

There is no you, there is no me, there is no us
We are searching for possibility, we are trying to be united, but..
We are in our different way, far away

You.. make me smile and cry at the same time
Make me wondering all the time
Why do I stay even I get hurt
Why am I keep loving even I know it will never be the same again
Why can't I find any possibilities with someone else
That's you
And our different destiny.




Obsession

Being obsess is an usual way for everyone to achieve what they need and what they want. Is it an addiction? Yes, it can be, but moreover, if they take their obsession too far. Obsessing someone or something often brings a misery which leads to a disaster. IT IS FACT. I'm not saying that it is not good being obsess with something or someone, I just thought that being obsess is more unbeneficial than being normal for life.

You want getting too much on something, it just makes you suffer, it is obviously true. And I've ever felt that way. Getting prettier, getting smarter, getting richer and other obsession of human life are dreams that we want to take but we make it like "too far". I have felt that way, and I just can regret to my self. I wanted to get all the things in life to be mine and it felt like a crazy obsession. Being the best among people as possible is my crazy obsession, that I already left behind. It was making me suffer and literally pathetic. AND SO STUPID. I was being a fool all this time.

It is good to have a dream, to pursue a dream with your heart. IT IS VERY VERY GOOD, BUT.. make it like your crazy obsession? it only brings you to your dream madness and make you far away from what you want to achieve. JUST BELIEVE, your effort is not gonna lie to you, just trust me. Trying the best as possible and God will leads you to the best way. If it is not for you, it is okay.. it is not the end of the world, just face it, and make it better for your self. Left all those crazy obsession of life and be your self, even you are not good enough, even you are not the best, but at least you try. Because I have been through this, I have obsessed with something that I always dreamed of. But look? life must go on. There are another important stuff to do rather than being obsess with something or someone that is not gonna be yours.

-Calysta Merina

Saturday, August 30, 2014

Beyond Imperfection

I don't know that life could be so hard. It does and it is happening. You know when I was yelling at my self and said 'I am not good enough, I am not pretty enough, I am not smart enough like any other of my friends.' I was angry and upset. Why she could be so flawless when I couldn't be like her? Then I look down and seeing other people who can't sleep in comfy bed or eat tasty foods. Then why can't I take all the pleasure that God already gave me? At least I have two hands and two legs when anybody else have to cut off their legs because of accident. I was being pitiable, selfish, and foolish. I never look at a mirror and see that perfections.
I always think as if I were the only person who never feel happy. But look? Everyone can be happy by their flaws. It is okay to have flaws and being disable, because everyone is beautiful in their own ways.
Life may be unfair, life may be cruel for some reasons you see it with your half sight. But.. you have to know that God always fair to you and everybody else in this world. So please do not waste your time by complaining your perfections, because you are already perfect and beautiful. Being beautiful is not always seen in physically, but also mentally and spritually.
Life is beautiful when you are grateful for every second that you passed, you need to remember that. Because people come and go, but memories stay long forever.

Saturday, July 12, 2014

Puisi untuk Palestina

Ku kirimkan surat dari Tuhan untukmu
Surat dengan kata indah menyentuh kalbu
Surat yang membuatmu takkan lupa, bahwa kemenangan pasti ada

Jangan bersedih saudara, dia bukan siapa siapa
Dia memang hancurkan semua, tapi tidak semangatmu
Dia merasa berkuasa, merasa punya segalanya
Padahal bumi pun lebih besar darinya

Menangis lah, kalau memang harus menangis
Tapi selipkan sedikit tawa untuk membangun semua rasa
Rasa yang pergi dan kembali seiring dentuman yang kau dengar
Dentuman yang membawa saudaramu pergi ke tempat terindah-Nya

Menyerah bukanlah pilihan, maju adalah tujuan
Berkorban demi keadilan yang harus ditegakkan
Rela mati dalam misi kemanusiaan
Berjuang untuk hari kemenangan

Palestina..  kau tanah suci penuh syuhada
Ku selipkan kebebasanmu dalam setiap doa
Biar tiada lagi nyawa penebus dosa



Sunday, August 18, 2013

Indonesiaku

Haloooo, udah lama bgt ya gak ngepost blog, dan kayanya sekarang dunia blog mulai ditinggalin nih.. karena udah banyak bgt aplikasi yg bermunculan tp entah knp buat gue nulis di blog itu gapernah ngebosenin, apa karena gue ga ada kerjaan aja ya hahaha. Hmm kali ini gue mau cerita, cerita ttg sebuah negara, negara yang sangat teramat kaya, namanya Indonesia. Negara yang memiliki beribu-ribu pulau di dalamnya, dihiasi dengan lautan yang sangat indah dan dihuni oleh makhluk-mahluk cantik, beratus-ratus gunung menjulang dengan gagahnya di sepanjang wilayah negara ini, lautan tambang yang tak pernah habis, lahan yang subur, hutan-hutan tropis dengan kekayaan alam yang sangat banyak, beragam jenis flora dan fauna yang mungkin tak akan kita temui di tempat lain di belahan dunia, cuaca yang hangat tapi tak pernah kering karena hujan yang membasahi tanahnya setiap tahun, wisata alam yang menenangkan tapi juga menjanjikan, dan lebih dari 200 juta penduduk dengan berbagai suku, kebudayaan dan bahasa menghuni negara ini, gue masih gak ngerti, APA SIH KURANGNYA INDONESIA?gila ga tuh, dengan begitu banyak anugrah yang dikasih Tuhan sama negara ini, negara ini masih terpuruk dengan kemiskinan, kesejahteraan penduduk dan moral pemimpin bangsa.

Gue akuin, Indonesia itu indaaaaaaaaaaaaaaah bangeeeeeeeeeet, dengan lautan yang biru, gunung-gunung yang memikat mata, padang-padang rumput yang luas banget, ga ada negara kayak Indonesia, dan gue bangga bisa ngeliat semua itu. Tapi lihatlah lebih dekat apa yang sebenernya terjadi, kelaparan, kemiskinan, wilayah-wilayah kumuh, dan kesenjangan sosial masih menghiasi wajah negara ini. Tragis emang, dengan kekayaan yang gak keitung jumlahnya tapi warga negaranya aja blm ngerasain. Sedih ya..

Berbagai partai mempromosikan calon presiden buat negara Indonesia, dengan iming-iming janji membuat wajah Indonesia kembali tersenyum, janji bahwa tak ada lagi kemelaratan yang terjadi di atas tanah surga ini, tapi apa yg sebenarnya terjadi?berbondong-bondong mereka mencalonkan diri menjadi pemimpin hanya untuk menambah lebih banyak uang mereka, membuat mereka merasa terhormat dgn memakai julukan sebagai "pahlawan rakyat" apa sih yang mereka cari?kekayaan yang lebih banyak?mengambil semua hak yang seharusnya untuk kepentingan bangsa ini?pas kampanye aja turun langsung ke rakyat, sok2 jadi pelindung, padahal pas udh megang kekuasaan cuma duduk manis. Apalagi sama capres 2014 yg namanya A*B benci banget gue, lo tuh udah kaya woy!gausah nambah kaya jadi presiden, rumah rakyat udh lo tenggelemin sama lumpur-lumpur yang lo bikin!ngaca woyyyyy muka lo tuh tebel banget kayak batu bata, bukan ganti rugi skrg lo malah sibuk sm semua kampanye lo, ngelindungin diri dibalik semua politik lo biar lo ga digugat rakyat kan sama lumpur lap*ndo yg lo bikin, gatau malu, gatau diri.

Tapi menurut gue, atas semua itu gak memungkiri kalo rakyat juga ga sepenuhnya bener. Gue jadi inget, waktu solat ied kemaren, gue ke mesjid, pas nyampe mesjid gue liat banyak banget pengemis yang minta-minta di jalanan, sampe bawa anak bayi yang masih kecil banget, terus gue solat kan, mereka gak solat, mereka malah nungguin jemaah selesai solat buat minta-minta lagi, terlepas dari lo muslim atau nggak, gue yakin setidaknya sebagian dari pengemis itu muslim tapi mereka ga solat, mereka lebih milih nunggu orang solat trs nyari uang dari mereka. Maksud gue, sekarang tuh orang-orang lebih nyari peluang bukan keahlian, buat apa mereka sekolah kalo bisa nyari uang dgn minta2, buat apa capek2 sekolah, buang2 uang, buang2 waktu, itu yang jadi mental rakyat sekarang ini, apa lagi mereka yg pd bawa bayi, dari kecil aja anaknya udh dicekokin ajaran "minta-minta" gmn mau jd bangsa maju?kalo gue perhatiin sih mereka masih sehat, punya badan lengkap, bahkan masih banyak jg pengemis yg pake anting emas loh, gue merhatiin sendiri, sebenernya mereka masih berkecukupan kan. Bukan gue sepenuhnya nyalahin mereka, gue ngerti cari kerja tuh susah, sekolah jaman skrg juga mahal2, tapi setidaknya bikin keahlian yg bisa ngasilin uang, kayak dagang, nyemir sepatu, apa gt yg ga cuma minta-minta.

Makin lama makin kesini, kecintaan orang-orang sama Indonesia tuh makin pudar, kalo ke luar negeri bangganya minta ampun, sekampung dipamerin pdhl dia ga sadar kl negerinya itu indah banget, kalo punya sepatu merk luar negeri dikasih tau semua orang pdhl kan tuh sepatu dibikin disini juga, dibikin sama tangan2 orang Indonesia cuma labelnya aja yg diganti merk luar, kasian bgt sih mereka pada gatau, terus yg bikin hati gue nangis, gue pernah iseng2 baca sejarah Indonesia pas penjajahan Jepang di internet, trs gue baca comment2 orang, ada yang nulis gini "coba Indonesia dijajah sama Jepangnya lamaan, pasti Indonesia lebih disiplin, gak kayak gini" WOY EMANG LO KIRA DIJAJAH ITU ENAK APA?PEJUANG MUSTI NINGGALIN ANAK ISTRI, BERCUCURAN DARAH SAMA KERINGET DAN LO BILANG MUSTI DITAMBAH?EBUSET. Bener2 kampret sama orang yg kayak gitu, ga ngehargain jasa-jasa pahlawan negara ini yg "sesungguhnya" bukan pahlawan bertopeng kayak sekarang HEHEHE.

Ada 3 hal yang gue cintai di dunia ini, Allah SWT, orangtua gue dan Indonesia... gue bangga bisa jadi bagian bangsa besar ini, bangsa yang dikaruniai berbagai nikmat yang gak keitung, tp kadang kitanya aja yang gapernah bersyukur. Bersyukurlah atas apa yang lo punya, karena blm tentu orang lain punya :D dadaaaaah.






Wednesday, May 1, 2013

Sukses

Sukses, kata yang sering bgt gue denger, kata yang mendeskripsikan "nasib" seseorang, sebenernya arti sukses itu apa sih?keberhasilan?keberhasilan karena apa?karena punya pekerjaan diatas orang lain?punya jabatan yang tinggi?punya uang banyak?atau punya materi berlebih?gue masih bingung, kenapa pendeskripsian orang Indonesia tentang makna sukses masih kayak gitu, buat gue semua itu bukan soal harta tapi soal keyakinan. Sukses buat gue itu suatu keyakinan tentang apa yang lo pengen, lo harus kejar, saat lo dapet itu yang namanya sukses. Kan keinginan orang itu macem2, ada yang pengen pinter, ada yang pengen bahagia, ada yang pengen ngebantu orang lain, semua gak harus tentang kekayaan yang lo punya. Hahahaha kenapa gue jadi sok gede gini sih.

Setiap orang nanya, "buat apa sih kamu kuliah?" kebanyakan orang jawab, "biar dapet kerja bagus, biar dapet uang banyak, dan pny keluarga yang mapan." tapi jarang ada yang jawab, "biar dapet ilmu buat orang banyak." cari pekerjaan tuh jangan yg cuma memperbanyak kekayaan lo tapi juga pekerjaan yang bisa berguna buat orang lain, bisa ngebantu orang banyak, terlebih lagi buat memajukan bangsa ini, biar gak gini2 doang ditindas sama bangsa lain. Jangan cuma bisanya ngeluh, "kok pemerintah gini sih..." "pemerintah gak bertanggung jawab, banjir sana sini, macet blablabla" complain mulu kyk konsumen telepon seluler (gak nyambung) kalo gamau macet ya jangan make mobil pribadi trs, kalo gamau banjir ya jgn buang sampah sembarangan, kalo gabisa ya jangan tinggal di jakarta, tinggal sana di kalimantan atau ga papua tuh wkwkwk. Gue jadi inget iklan di radio katanya gini "Kok lo buang bungkus makanan sembarangan sih." "Yailah cuma satu doang, ngaruh apa hahahaha (ketawa sekenceng-kencengnya)" "Kalo semua orang di Jakarta berpikiran sama kayak lo, ya pasti ngaruh banget lah." betul tuh!kalo cuma 1 yang mikir gitu, lah kalo sekampung yg mikir gitu?se-RW?se-kelurahan?se-kotamadya?se-Jakarta?yaudeh Jakarta kelelep wkwkwk, knp jadi ngomongin banjir sih -_- lanjut ke topik utama lah.

Intinya gak selalu kekayaan yang bisa membawa kita ke jalan kesuksesan, sukses juga perlu kekayaan spritual dan moral, contohnya gini, koruptor itu punya uang banyak, materi berlimpah, mungkin dia bisa beli mobil mewah apa aja yang dia mau, tapi secara spritual, emang bagus dapet kekayaan dari hasil kayak gitu? balik ke pengertian orang Indonesia kalo sukses itu artinya "kaya" kalo gitu si koruptor bisa dibilang sukses dong?tapi secara moral dan spritual dia nol besar. Jadi sukses dalam artian sebenernya itu kaya hati dan kaya iman. Harta itu titipan Tuhan kok, sewaktu-waktu Dia mau ngambil dari kita Dia bisa, dengan cara apapun, harta itu gak abadi, harta itu ga akan kita bawa mati, gak akan masuk ke kubur kita, saat kita masuk ke tanah tinggalah kita sendirian, daging-daging kita digrogoti sama ulat2 dan rayap2, semuanya bakal ancur, tp cuma amal kita di dunia yang abadi yang bakal ngebantu kita di alam sana, jadi harta itu bukan suatu ukuran derajat seseorang, semua orang itu derajatnya sama, setara, dibuat dari bahan yang sama, gak ada yang beda, cuma memang nasib masing-masing aja yang beda. Jadi gue terkadang bingung kalo ada orang yang mamerin apa yang dia punya, ngomongin kekayaan orang lain, So what gitu?penting apa?Sekali lagi, jgn mandang orang cuma dari hartanya aja, krn sesungguhnya harta itu cuma milik Allah. Kayanya gue ngomong udh panjang bgt ya -__- yasudah deh semoga ada yg baca blog ini hahaha. Byebyee